Mapping Teritori · Percepatan Convergence

Coverage Alpro × Outlet Mobile

Sebaran alpro dan outlet

Garis boundary berwarna menandai wilayah tiap kota/kabupaten.

1,0×

Komposisi outlet per TAP

Jumlah outlet di tiap TAP dipecah menurut kategori alpro di kecamatannya.

P1 P2 Tanpa alpro

Resume per WOK: prioritas outlet × kategori ODP

Dua versi ditampilkan sekaligus, radius 500 m dan 1 km, supaya bisa langsung dibandingkan. Baris mengelompokkan outlet menurut jumlah ODP P1+P2 di dalam radius; kolom menunjukkan kategori ODP yang meng-cover.

Rekap per kecamatan

Klik judul kolom untuk mengurutkan. Kolom ODP/outlet menunjukkan berapa banyak alpro yang tersedia untuk tiap outlet. Makin tinggi, makin besar peluang penambahan outlet.

KecamatanKota/KabKategori Total ODPP1P2 GFOutletODP/outlet Desa ber-ODPTAP

Daftar outlet dan kategorinya

Kategori mengikuti dominasi ODP di kecamatannya; status cover dihitung dari radius yang sedang aktif. Klik judul kolom untuk mengurutkan.

Outlet IDNama outletKategori Status coverODP P1ODP P2ODP terdekat KecamatanKota/KabTAP Status SFHari PJP ODP kec.P1P2

Cara membaca angka ini

Aturan kategori P1 / P2

  • Jumlah ODP P1 ≥ ODP P2 di satu kecamatan → seluruh outlet di kecamatan itu masuk P1.
  • Jumlah ODP P2 > ODP P1 → outlet masuk P2.
  • Kecamatan tanpa ODP sama sekali → tanpa alpro.
  • Kategori 2025–2026GF diperlakukan sebagai alpro rencana, tidak ikut menentukan P1/P2.

Batas data

  • Kategori P1/P2 dihitung pada level kecamatan; status cover dihitung per titik dari koordinat outlet. Outlet berkategori P2 bisa saja tercover ODP P1. Itu dua pertanyaan berbeda.

Yang perlu ditindaklanjuti